jejak kecil yang kau tinggalkan melemparkanku pada keajaiban penuh makna. dan dengan segala cinta yang kupunya kubiarkan angan kita mengembara (GD @her status fb)
jejak kecil (apapun bentuknya) adalah ikon yang menghubungkan kita dengan masa lalu; menjadi penuh makna, semata otak (Prosessor) dalam kepala kita yang bergerak liar menghubung-hubungkan ikon tersebut dengan "kesan2" yang entah dari file mana... lalu semena-mena dia berikan definisi atas segala "kesan" itu; dan cinta adalah kubangan rasa, bertemunya berjuta "kesan" dalam satu helaan nafas.... dan angan yang mengembara adalah output, karena memang secara fitrah "jiwa" ini ingin merdeka; MOKSA! (my comment)
kerja keras menggali tanah, tak peduli orang tak peduli, merangkak terus perlahan menuju pusat bumi, sampai habis nafas, sampai seluruh kulit mengelupas aku berikan padaMu, hanya pada-Mu
Senin, 07 Desember 2009
Kamis, 22 Oktober 2009
Bosan Bermain Musik Yang Manis-Manis;
nada adalah identik dengan penjajah, ia menjajah suara menjajah bunyi. Kalau kau ingin menyanyi, janganlah menyanyi, tapi teriaklah yang keras, karena itu adalah kemerdekaan bunyi, kemerdekaan suara. Lakukanlah!!!
mencari matahari jiwa bukan hanya lewat buku, lewat kitab, lewat nasehat-nasehat, namun juga lewat kegilaan-kegilaan; melompatlah.. lalu tertawalah!!!
adalah penampakan darah kita, atau juga cairan yang ada dalam otak kita, dan denyutnya, dan detaknya, dan erangannya, dan raungannya....
jangan sekali-kali merasa dirimu telah cukup benar untuk boleh berbuat mengubah "dunia"mu. lakukan saja untuk dirimu atau diriku saja; jangan untuk yang lain...
membaktikan diri kepada masyarakat bukan berarti membunuh egomu, kalau bisa jadikan mereka menjadi bagian dari egomu itu.
(ia menangis saja dari kemaren, padahal aku juga tidak tahu bagaimana membuatnya mati.)
mencari matahari jiwa bukan hanya lewat buku, lewat kitab, lewat nasehat-nasehat, namun juga lewat kegilaan-kegilaan; melompatlah.. lalu tertawalah!!!
adalah penampakan darah kita, atau juga cairan yang ada dalam otak kita, dan denyutnya, dan detaknya, dan erangannya, dan raungannya....
jangan sekali-kali merasa dirimu telah cukup benar untuk boleh berbuat mengubah "dunia"mu. lakukan saja untuk dirimu atau diriku saja; jangan untuk yang lain...
membaktikan diri kepada masyarakat bukan berarti membunuh egomu, kalau bisa jadikan mereka menjadi bagian dari egomu itu.
(ia menangis saja dari kemaren, padahal aku juga tidak tahu bagaimana membuatnya mati.)
Rabu, 22 April 2009
terbang dan berdarah
berlarian di atas awan...
mencarimu, mencarimu, mencarimu...
terbang entah menuju mentari bersinar terang...
berlarian menuju-mu.. sepenuh hati
silaunya, cahyanya, menusuk hingga retina membengkak...
aku tetap berharap, bukankah hanya harapan yang bisa menembus tirai ini??
dan darah dari kedua mataku ini...
menetes
seperti hujan, basahi bumi...
beberapa tetes menjadi bercak di awan-awan itu;
kedua telapak tangan ini tak sanggup menahan air mata darah ini...
semakin deras.... begitupun kaki semakin kencang menghentak-hentak punggung awan
aku datang, aku datang....
mencarimu, mencarimu, mencarimu...
terbang entah menuju mentari bersinar terang...
berlarian menuju-mu.. sepenuh hati
silaunya, cahyanya, menusuk hingga retina membengkak...
aku tetap berharap, bukankah hanya harapan yang bisa menembus tirai ini??
dan darah dari kedua mataku ini...
menetes
seperti hujan, basahi bumi...
beberapa tetes menjadi bercak di awan-awan itu;
kedua telapak tangan ini tak sanggup menahan air mata darah ini...
semakin deras.... begitupun kaki semakin kencang menghentak-hentak punggung awan
aku datang, aku datang....
Rabu, 28 Januari 2009
lagu cinta
tak banyak kata yang bisa mewakili rahsa dalam dada,
karena tak ada lagi tatapan dekat,
senyuman hangat,
semua berganti sepi;
semua berubah menjadi nihil yang dingin;
tapi karang tak hancur oleh badai,
masih ada ruang kecil untuk kerang bersarang,
masih ada bilik kecil untuk lumut bersembunyi,
adalah cinta dalam hati yang diam dalam gulita
adalah kerinduan yang tersimpan entah di satu tempat
aku di dalam labirin, di mana hati-mu di sisi lain
dan aku tak sanggup menemukannya
aku dalam gulita tanpa pelita,
di mana cinta ini kehilangan ruang
karena tak ada lagi tatapan dekat,
senyuman hangat,
semua berganti sepi;
semua berubah menjadi nihil yang dingin;
tapi karang tak hancur oleh badai,
masih ada ruang kecil untuk kerang bersarang,
masih ada bilik kecil untuk lumut bersembunyi,
adalah cinta dalam hati yang diam dalam gulita
adalah kerinduan yang tersimpan entah di satu tempat
aku di dalam labirin, di mana hati-mu di sisi lain
dan aku tak sanggup menemukannya
aku dalam gulita tanpa pelita,
di mana cinta ini kehilangan ruang
lagu kangen;
adalah keheningan yang cekung,
berdetak nadi begitu sepi
di mana rasa-mu
begitu kehilangan hati ini, menanti-nanti
tersenyumlah sedikit saja
akan aku rasakan hangatnya
hinggap ke ujung hati
ayolah... berikan sedikit obat rindu itu
hingga embun terasa anggun
menetes dari ujung daun
dan dentangnya menggema di awan senja...
dan lepaslah nafas ini
beterbangan mancarimu
pejamkan mata, biarlah telaga indah-mu
tersimpan di balik kelopak mata
lalu aku hembuskan perlahan
senandung kerinduan,
dengan senyuman damai
cukuplah semesta sebagai saksi cinta: ”kita”
berdetak nadi begitu sepi
di mana rasa-mu
begitu kehilangan hati ini, menanti-nanti
tersenyumlah sedikit saja
akan aku rasakan hangatnya
hinggap ke ujung hati
ayolah... berikan sedikit obat rindu itu
hingga embun terasa anggun
menetes dari ujung daun
dan dentangnya menggema di awan senja...
dan lepaslah nafas ini
beterbangan mancarimu
pejamkan mata, biarlah telaga indah-mu
tersimpan di balik kelopak mata
lalu aku hembuskan perlahan
senandung kerinduan,
dengan senyuman damai
cukuplah semesta sebagai saksi cinta: ”kita”
Selasa, 02 Desember 2008
OPERA KAMAJAYA;
1.
berharap keheningan diciptakan,
menjadi wening yang anggun
ketika nafas yang kau nyanyikan
adalah debar – karang ditampar ombak
embun menetes, berdenting membentur belukar asa....
air mata yang mengalir, menjadi rahsia baru dalam hening yang lama
kau tancapkan saja hari ini,
seolah pasak...
dan kenangan terhempas,
bergelantungan pada tambang
ingatan dan impian
berbaur dalam mata kita;
mata kita, mata luka, luka air mata...
2.
bercerita pada semesta
tentang luka yang dipelihara
oleh cinta
bercerita pada setiap nyawa
tentang perdu rindu dan gejolak rahsa
walau sulit dimengerti
....karena bahasa kita
bahasa batara kamajaya
bahasa para pemuja kawi
dupa kita air mata
cawan kita: n e s t a p a
lalu berceritalah semesta pada kita
tentang kebodohan hati
untuk tetap memelihara cinta
yang semestinya sudah lama kandas
karena rama shinta tak lagi ada
karena rahwana tetap saja berkuasa
mengapa pula masih bertahan?
namun kamajaya dalam jiwa
tetap meronta
berharap jadi “hanoman”
berharap rela jadi shinta yang minta pati obong
atas nama cinta
atas nama cinta yang tak nyata
atas nama cinta yang semestinya telah tiada....
luka itu dibiarkan saja
air mata itu tumpahkan saja....
berharap keheningan diciptakan,
menjadi wening yang anggun
ketika nafas yang kau nyanyikan
adalah debar – karang ditampar ombak
embun menetes, berdenting membentur belukar asa....
air mata yang mengalir, menjadi rahsia baru dalam hening yang lama
kau tancapkan saja hari ini,
seolah pasak...
dan kenangan terhempas,
bergelantungan pada tambang
ingatan dan impian
berbaur dalam mata kita;
mata kita, mata luka, luka air mata...
2.
bercerita pada semesta
tentang luka yang dipelihara
oleh cinta
bercerita pada setiap nyawa
tentang perdu rindu dan gejolak rahsa
walau sulit dimengerti
....karena bahasa kita
bahasa batara kamajaya
bahasa para pemuja kawi
dupa kita air mata
cawan kita: n e s t a p a
lalu berceritalah semesta pada kita
tentang kebodohan hati
untuk tetap memelihara cinta
yang semestinya sudah lama kandas
karena rama shinta tak lagi ada
karena rahwana tetap saja berkuasa
mengapa pula masih bertahan?
namun kamajaya dalam jiwa
tetap meronta
berharap jadi “hanoman”
berharap rela jadi shinta yang minta pati obong
atas nama cinta
atas nama cinta yang tak nyata
atas nama cinta yang semestinya telah tiada....
luka itu dibiarkan saja
air mata itu tumpahkan saja....
Kamis, 06 November 2008
Benturan dan Persimpangan

aku dalam persimpangan,
ada beberapa pilihan dalam hidup,
benturan-benturan antara mimpi dan kenyataan,
benturan itu lah yang mulukai rongga otak,
aku terjebak pada sakit kepala yang tak berujung
aku ingin menepi, duduk manis di pinggir lapangan,
istirah,
berhenti mainkan hati dan khayalan;
namun, entah....
dalam tidur pun otak kanan-ku bergerak bertualang......
Langganan:
Postingan (Atom)